Berita & Info

Tiga Duta Besar Hadir dalam Ambassador Lecture on Visegrad Countries

Uncategorized @id

Tiga Duta Besar Hadir dalam Ambassador Lecture on Visegrad Countries

Jumat, 9 Maret 2018 bertempat di Rumah Dinas Duta Besar Hungaria Untuk Indonesia, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Program Studi Kajian Wilayah Eropa Universitas Indonesia berkolaborasi dengan The Embassy of Hungary in Jakarta and The European Partnership Research Center (EPRC) mengadakan Ambassador Lecture on Visegrad Countries: People, State and Politic dengan topik V4 connects: The Programme of Hungarian Presidency of The Visegrad Group 2017/2018.

Ambassador Lecture ini dipandu secara langsung oleh Ketua Program Studi Kajian Wilayah Eropa, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, Dr.polit.sc.Henny Saptatia Drajati Nugrahani, S.S., M.A. Selain dihadiri oleh Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, H.E Madam Judith PACH, Ambassador Lecture ini juga dihadiri oleh dua negara Visegrad lainnya yakni Duta Besar Ceko, H.E. Ivan Hotek dan Duta Besar Slovakia untuk Indonesia, H.E Michal Slivovic.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Hungaria yang sedang menduduki presidensi kelompok negara-negara Visegrad memaparkan berbagai program terkait dengan kerjasama antar empat negara Eropa tersebut. Madam Judith PACH mengatakan bahwa sejak didirikan pada 15 Februari 1991 lalu, kelompok Visegrad ini secara subtansi ditujukan untuk lebih memperkokoh integrasi di dalam Uni Eropa. Judith juga menyampaikan bahwa Hungaria saat ini juga konsen terhadap pengembangan perusahaan digital. Hungaria telah banyak melahirkan start-up digital yang bergerak pada bidang e-commerce, Fintech, edu-tech, dll. Menurutnya perkembangan ekonomi dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh technology. Hugaria dan Indonesia sendiri juga sudah menjalin kerjasama di bidang tersebut, salah satunya BUMN Indonesia, Telkom telah berinvestasi pada beberapa perusahaan technology di Hungaria.

Senada dengan Duta Besar Hungaria, Mr. Ivan Hotek, Duta Besar Ceko, juga menyampaikan mengenai berbagai kerjasama yang sudah dijalin diantara kelompok negara-negara Visegrad. Salah satu isu yang penting menurutnya adalah mengenai imigran illegal. Negara-negara Visegrad sepakat untuk lebih memperketat arus imigran illegal yang akan masuk ke negara mereka. Meskipun sebagian negara Uni Eropa lebih terbuka terhadap imigran namun kelompok Visegrad memiliki standing point tersendiri terhadap isu tersebut.

Selain kerjasama internal diantara kelompok negara-negara Visegrad, mereka juga konsen terhadap kerjasam eksternal. Indonesia merupakan partner penting bagi kelompok Visegrad. Hal tersebut disampaikan oleh Michal Slivovic, Duta Besar Slovakia. Menurutnya Slovakia adalah pintu bagi pasar Indonesia di Eropa.

(DF)