Berita & Info

SKSG Sukses Selenggarakan Three-Minute Telling-Innovation Competition (TMTiC) 2022

Berita

SKSG Sukses Selenggarakan Three-Minute Telling-Innovation Competition (TMTiC) 2022

Berdasarkan Indeks Inovasi Global yang dirilis World Intellectual Property Organization (WIPO), pada tahun 2021 peringkat inovasi Indonesia berada di bawah negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Padahal, pendapatan domestik bruto atau gross domestic product (GDP) Indonesia jauh di atas negara-negara tersebut. Selama 10 tahun terakhir ini, Indonesia selalu berada di bawah Singapura.

Hal tersebut tentu menjadi perhatian bersama mengingat Indonesia diproyeksikan akan memperoleh capaian tertinggi pada 2045 (Indonesia Emas 2045), yakni saat 70% penduduk Indonesia adalah mereka yang berusia produktif (15–64 tahun). Semua pihak harus turut menghidupkan trend dan budaya berinovasi di Indonesia agar berbagai peluang dapat dimanfaatkan untuk menemukan solusi dalam menghadapi tantangan.

Untuk mendukung hal ini, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Kompetisi Tingkat Nasional Three-Minute Telling-Innovation Competition (TMTiC) 2022 bertajuk “Inovasi dan Daya Cipta untuk Indonesia Emas 2045: 100 Tahun Kemerdekaan” guna menumbuhkan ekosistem inovasi di kalangan akademisi dan masyarakat umum. Kompetisi ini berlangsung pada Agustus–November 2022 dengan puncak acara diadakan pada Rabu (7/12), di Ruang Apung Danau Kenanga, Perpustakaan UI, Kampus Depok.

Direktur SKSG UI, Athor Subroto, Ph.D., mengatakan bahwa TMTiC merupakan transformasi dari Three Minutes Thesis Competition yang diselenggarakan setiap tahun oleh SKSG. Transformasi ini menjadi lebih luas karena menekankan kepada inovasi, bukan sekadar tesis. “Saya mengucapkan selamat kepada para finalis yang terseleksi dengan ketat. Inovasi yang disampaikan oleh para peserta tentunya menyulitkan para dewan juri untuk memilih yang terbaik dari 9 finalis terpilih. Dewan juri harus secara detail melihat bagaimana inovator-inovator ini nantinya bisa mendukung Indonesia Emas pada 2045,” kata Athor.

Kompetisi TMTiC 2022 diikuti oleh para peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan serta masyarakat umum. Peserta dibagi dalam empat kategori, yaitu Kategori Mahasiswa S1, Kategori Mahasiswa S2, Kategori Mahasiswa S3, dan Kategori Peserta Umum. Dalam kompetisi ini, para peserta harus mengirimkan karya inovasinya beserta video berdurasi 3–5 menit yang berisi eksplanasi visual atau “visual storytelling” dari karya tersebut.

“TMTiC telah menyeleksi 33 video berisi karya inovasi yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 video dinyatakan lolos dari babak penyisihan. Selanjutnya, dari 20 semi finalis, terpilih 9 finalis dengan 10 karya. Kesembilan finalis tersebut mempresentasikan inovasinya di hadapan Dewan Juri Tingkat Nasional,” ujar Dr. Polit. Sc. Henny Saptatia D.N., M.A., selaku Ketua Panitia Nasional TMTiC 2022.

Presentasi tentang karya inovasi disampaikan oleh para finalis dalam waktu 3 menit. Untuk Kategori Mahasiswa S2, presentasi disampaikan oleh Herwan Hadi dengan topik “Panahan Traditional Horsebow”; Anisa Anggraeni dengan topik “Menggabungkan Dua Disiplin Ilmu yang Berbeda, yaitu Etnobiologi dan Sistem Informasi Geospasial (Sig) untuk Membantu Menyusun Strategi Konservasi Underutilized Fruit Trees (UFTs) di Indonesia; serta Ir. Imam Budi Hartono dengan topik “Aplikasi Dkerens”. Dari ketiga peserta ini, Anisa Anggraeni berhasil mendapatkan Juara I.

Pada Kategori Mahasiswa S3, presentasi disampaikan oleh Musa, S.A.P., M.Tr.A.P dengan topik “Storage Co-fish dan Harmul Eco-village”; Kol. Kal. Ir. Wempy Pasaribu, M.T., M.A. dengan gagasan “Konsep Pembangunan Water Air Strip di Remote Area Dekat Sungai, Danau, dan Pantai untuk Dukungan Transportasi, Bantuan Kemanusiaan, Pariwisata, serta Perikanan”; dan dr. Arsanto Triwidodo, Sp.OT(K), MHKes. dengan topik “Implan–Alat Kesehatan”. Dalam kesempatan itu, inovasi dr. Arsanto terpilih sebagai Juara I.

Adapun untuk Kategori Umum, presentasi dilanjutkan oleh Rulaa Azzah Amalia dengan topik “Foodiewell: A Platform of Healthy Daily Meal Planner for Non-Communicable Diseases”; Kolonel Arh Dr. Ir. Nur Rachman Supadmana Muda, M.T. dengan topik “Robot Tempur POLTEKAD KODIKLATAD”; dan Rudi Hartono, S.Pd. dengan topik “Inovasi Penanaman Mangrove Digital di Pedesaan Kalimantan Barat”. Dari ketiga topik tersebut, Rudi Hartono berhasil menjadi Juara I.

Turut hadir para dewan juri pada Final Kompetisi Tingkat Nasional TMTiC 2022, yakni Pemimpin Redaksi Majalah Hukum dan Politik, Keadilan, Panda Nababan; Guru Besar UI, Prof. Dr. Ir. Abimanyu, T.A., DDP., M.S.; Dekan Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, Mayjen TNI., Dr. Ir. Pujo Widodo, S.E., S.H., S.T., M.A., M.D.S.; Komisaris Utama Bank Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen. Pol.(P) Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.; Kakanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta, Drs. Ibnu Chuldun, Bc.I.P., S.H., M.Si.; Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UI, dr. Anis Karuniawati, Sp.MK(K), Ph.D.; Kepala Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr. Trina Fizzanty; dan Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa, LPDP, Dr. Agam Bayu Suryanto, S.E., M.B.A.

Penyelenggaraan TMTiC 2022 ini mendapat dukungan dari Royal Star, Bank Kalbar, dan Bank BRI yang berkomitmen dalam peningkatan kualitas dan kuantitas inovasi Indonesia. Total nilai hadiah untuk Kategori Mahasiswa S2, S3, dan Umum mencapai lebih dari 250 juta rupiah.

Selain itu, SKSG UI juga memberikan beasiswa kepada pemenang kategori S2 berupa 50% hingga 100% bebas biaya SPP melanjutkan pendidikan S3 di SKSG UI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan SKSG UI kepada bangsa ini dalam mencapai visi Indonesia Emas melalui empat pilar, yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi; pembangunan ekonomi berkelanjutan; pemerataan pembangunan; serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.